Percepat Pemulihan Pasca-Banjir, BRMP PKH dan BRMP Aceh Gelar Tanam Perdana Padi di Aceh Utara
MUARA BATU – Kementerian Pertanian melalui Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PRMPKH/BRMP PKH) selaku Penanggung Jawab Swasembadan Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh dan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Utara resmi menggelar Tanam Perdana Padi di Desa Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan nyata sektor pertanian Aceh Utara setelah sempat lumpuh akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala BBRMP Aceh, Firdaus, SP. M.Si. menegaskan bahwa penanaman perdana ini merupakan respon cepat terhadap instruksi langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memantau progres pemulihan setiap pekan. "Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang mulai dari survei hingga konstruksi, hari ini kita buktikan bahwa lahan sawah yang direhabilitasi sudah siap ditanami kembali," ujar Firdaus.
Sebagai langkah ke depan untuk mendongkrak hasil panen, Firdaus menginstruksikan para penyuluh pertanian untuk segera mempelajari teknik budidaya baru. Targetnya adalah meningkatkan produktivitas yang semula hanya 5,6 ton menjadi 10 ton per hektare menggunakan varietas padi Arkansas.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab. Aceh Utara, Erwandi, SP. M.Si. menerangkan bahwa dampak dari bencana hidrometeorologi di penghujung tahun 2025 sangat masif. Ditambahkannya, sinergitas seluruh pemangku kepentingan menjadi kuci utama pemulihan pertanian di Aceh Utara. "Betapa masifnya dampak banjir yang sempat merusak belasan ribu hektare sawah dengan total kerugian mencapai Rp1,6 triliun. Mengingat besarnya dampak tersebut, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama," ungkap Erwandi.
Dukungan penuh juga datang dari PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh yang diwakili oleh Akmalul Hadi, SAP., MAP. Akmal berharap momentum ini dapat menjaga konsistensi semua pihak dalam mengawal ketahanan pangan daerah. "Saya berharap momentum tanam perdana ini menjadi pelecut bagi seluruh pihak agar tidak kendor dalam menjaga semangat juang menuju swasembada pangan," tegasnya.
Melalui sinergi yang kuat antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, serta kerja keras para petani, kegiatan di Desa Paloh Awe ini diharapkan menjadi titik balik Kabupaten Aceh Utara untuk bangkit menjadi kawasan yang mandiri dan swasembada pangan.